Last updated: 3 hours ago
<a href="spotify:artist:4folRrj0VSrDLD2Vh0Da7T" data-name="KAWG (Kite As a War Grate)">KAWG (Kite As a War Grate)</a> dibentuk pada akhir tahun 2014 dengan mengusung genre folk, pop, eksperimental dan mengangkat cerita-cerita yang realistis pada setiap lagunya. Setelah melalui beberapa proses yang panjang, <a href="spotify:artist:4folRrj0VSrDLD2Vh0Da7T" data-name="KAWG (Kite As a War Grate)">KAWG (Kite As a War Grate)</a> akhirnya meresmikan formasi teranyar yang kini menjadi line up resmi KAWG yaitu, <a href="spotify:artist:7aJdLeuHHazd9HfnwZ4n1b" data-name="Fatham Ridwan">Fatham Ridwan</a> (Guitar & Vocal), Digun Landrims (Guitar), Zulfikar Etsa (Drum), Chae Luminati (Bass), dan yang terakhir <a href="spotify:artist:1H1oefbWyFYgHoHj0yLIBm" data-name="Ratih Putria">Ratih Putria</a> (Keyboard/Synth).
KAWG baru saja merilis single terbaru di tahun 2020 ini yang bertajuk <a href="spotify:track:2dWsrI6trxh4CFvSn7Spvu" data-name="Serayu">Serayu</a> pada Jumat (15/5). <a href="spotify:track:2dWsrI6trxh4CFvSn7Spvu" data-name="Serayu">Serayu</a> bercerita tentang seseorang yang mempunyai masa lalu yang sungguh menyiksa dirinya. Seseorang tersebut pernah mengalami intimidasi atau lebih sering kita sebut ‘bullying’ baik secara mental maupun fisik, hingga akhirnya ia merasa bahagia telah hidup dalam kesendirian, ia bersyukur telah terlepas dari masa lalu dan kini menjalani hidup yang baru.
Dengan merangkum cerita teman2 yang mempunyai pengalaman menyerupai <a href="spotify:track:2dWsrI6trxh4CFvSn7Spvu" data-name="Serayu">Serayu</a> dan menjadi korban ‘bullying’ di lingkungan sekitar, KAWG menyimpulkan bawasanya semua kisah perjalanan hidup yang kita lalui, takkan selamanya berada di masa sulit dan terpuruk. Yang pahit tak mesti dimuntahkan dan yang manis tak mesti ditelan, pengalaman adalah guru terbaik. Kelebihan dan kekurangan itulah yang membuat kita hidup dan ada.
KAWG baru saja merilis single terbaru di tahun 2020 ini yang bertajuk <a href="spotify:track:2dWsrI6trxh4CFvSn7Spvu" data-name="Serayu">Serayu</a> pada Jumat (15/5). <a href="spotify:track:2dWsrI6trxh4CFvSn7Spvu" data-name="Serayu">Serayu</a> bercerita tentang seseorang yang mempunyai masa lalu yang sungguh menyiksa dirinya. Seseorang tersebut pernah mengalami intimidasi atau lebih sering kita sebut ‘bullying’ baik secara mental maupun fisik, hingga akhirnya ia merasa bahagia telah hidup dalam kesendirian, ia bersyukur telah terlepas dari masa lalu dan kini menjalani hidup yang baru.
Dengan merangkum cerita teman2 yang mempunyai pengalaman menyerupai <a href="spotify:track:2dWsrI6trxh4CFvSn7Spvu" data-name="Serayu">Serayu</a> dan menjadi korban ‘bullying’ di lingkungan sekitar, KAWG menyimpulkan bawasanya semua kisah perjalanan hidup yang kita lalui, takkan selamanya berada di masa sulit dan terpuruk. Yang pahit tak mesti dimuntahkan dan yang manis tak mesti ditelan, pengalaman adalah guru terbaik. Kelebihan dan kekurangan itulah yang membuat kita hidup dan ada.