Last updated: 16 hours ago
Walau masa pandemi menyulitkan semua orang, ada juga yang bisa menemukan manfaat di saat harus di rumah demi mencegah penyebaran virus COVID-19. Salah satunya adalah Satrio “Didit” Pinandito, yang pada 17 Juli 2020 ini melepas “Jauh, Lebih Baik”, single perdananya sebagai artis solo bernama Pinandito, di semua layanan musik digital.
Dalam beberapa tahun terakhir, Didit berkarya sebagai vokalis dan gitaris di grup Semenjana, namun karena kondisi tidak memungkinkan untuk berkumpul bersama rekan-rekannya, maka ia malah belajar produksi rekaman sendiri di rumah. “Gue selama PSBB menikmati kesendirian di kamar, mengulik software dan plugins, belajar musik elektronik. Bikin materi baru, sekalian belajar produksi sendiri. Baru sadar nikmatnya jadi bedroom musician,” kata Didit, yang menyebut Post Malone, Billie Eilish dan Kevin Parker sebagai panutannya dalam hal produksi musik di rumah sendiri.
Ada pun inspirasi Didit untuk berkarya sendiri datang dari orang terdekat. “Bulan Mei kemarin gue ulang tahun ke-39, terus teringat pesan dari istri gue, ‘Kamu dulu pernah bilang mau coba solo sebelum umur 40,’” katanya. Untuk karya solo pertamanya, ia ingin bikin lirik sederhana dengan tema cinta, suatu hal yang dirasa sulit dilakukan di Semenjana yang lagu-lagunya cenderung bertema kritik sosial dan terinspirasi karya sastra.
Dalam beberapa tahun terakhir, Didit berkarya sebagai vokalis dan gitaris di grup Semenjana, namun karena kondisi tidak memungkinkan untuk berkumpul bersama rekan-rekannya, maka ia malah belajar produksi rekaman sendiri di rumah. “Gue selama PSBB menikmati kesendirian di kamar, mengulik software dan plugins, belajar musik elektronik. Bikin materi baru, sekalian belajar produksi sendiri. Baru sadar nikmatnya jadi bedroom musician,” kata Didit, yang menyebut Post Malone, Billie Eilish dan Kevin Parker sebagai panutannya dalam hal produksi musik di rumah sendiri.
Ada pun inspirasi Didit untuk berkarya sendiri datang dari orang terdekat. “Bulan Mei kemarin gue ulang tahun ke-39, terus teringat pesan dari istri gue, ‘Kamu dulu pernah bilang mau coba solo sebelum umur 40,’” katanya. Untuk karya solo pertamanya, ia ingin bikin lirik sederhana dengan tema cinta, suatu hal yang dirasa sulit dilakukan di Semenjana yang lagu-lagunya cenderung bertema kritik sosial dan terinspirasi karya sastra.